Pagi masih diselimuti kabut tipis di Balige, namun bunyi mesin jet ski mulai memecah tenang permukaan Danau Toba. Dari tepian danau yang sudah disulap jadi tribun penonton, semangat terasa mengalir. Jauh sebelum sorak penonton bergema hari itu, ada ratusan tangan yang bekerja memastikan persiapan acara rampung sebelum kegiatan berlangsung. Mereka memastikan setiap kontainer tiba tepat waktu, setiap tamu internasional disambut, dan setiap detail operasional berjalan mulus.
Di balik kemegahan Aquabike Pro Circuit World Championship 2025 dan F1 Powerboat (F1H2O) World Championship pada bulan Agustus, hadir tim IAS Support.
IAS Support sebagai bagian dari InJourney Aviation Services (IAS) mengambil peran penting dalam memastikan kelancaran operasional di lapangan. Melalui layanan Facility Management terpadu, tim IAS Support menjaga agar setiap area, dari bandara hingga venue perlombaan tetap tertib, bersih, dan aman bagi semua.
Bagi IAS Support, dua ajang olahraga air internasional di Danau Toba adalah momen penting untuk menunjukkan kemampuan SDM lokal. Mereka hadir dengan semangat memberikan layanan berstandar global, sekaligus membawa kehangatan dan keramahtamahan khas Indonesia di setiap langkah kerja.
Para tamu disuguhkan pengalaman pertama yang berkesan begitu menapakkan kaki di tanah Toba. Setiap pergerakan dihitung presisi namun dengan sentuhan lokal yang khas, membuat setiap sambutan terasa spesial. Untuk itu lebih dari 150 warga lokal dilibatkan dalam sebagai tenaga tambahan untuk mendukung kesuksesan perhelatan ini.
Saat hari pertandingan tiba, langit Toba berwarna biru jernih. Penonton memadati tepi danau. Sementara atlet dari Eropa, Timur Tengah, dan Asia berlomba-lomba menaklukkan air yang bergemuruh.
Hasoluan Firman Sihombing, warga Napitupulu Bagasan, menjadi bagian dari unit facility care yang memastikan fasilitas umum berfungsi optimal. Unitnya bertanggung jawab terhadap kenyamanan pengunjung, termasuk memastikan toilet, tenda, dan area publik tetap bersih selama acara berlangsung.
“Kami memastikan fungsi fasilitas umum di area acara berfungsi dengan baik dan menjaga kebersihan serta kenyamanan untuk semua pihak yang terlibat,” ungkapnya. “Saya bangga bisa ikut serta dalam acara ini. Harapan saya supaya acara ini memperlihatkan keindahan di Balige dan memperkenalkan budaya Indonesia di mata Internasional.”
Sejak pagi, Firman sudah bersiaga membersihkan area publik untuk memastikan setiap pengunjung mendapatkan pengalaman terbaik selama acara berlangsung.
Tak jauh dari area lintasan, Mastah Veronica Napitupulu, anggota lain di unit facility care, terus memantau kebersihan area penonton. Ia menyebut pekerjaan ini bukan hanya soal menyapu dan membersihkan, tapi pengalaman ini memperkaya cara pandangnya terhadap dunia kerja.
“Saya senang dan bangga bisa bekerja di acara ini untuk unit facility care. karena tidak hanya sekedar paham tentang kebersihan di area acara saja, tapi kita juga harus paham tentang hal-hal lain seperti hospitality. Bagaimana menyapa, membantu, dan memastikan pengunjung merasa dihargai,” ujarnya dengan senyum bangga.
Ketika perlombaan usai dan matahari sore menyorot lembut ke permukaan air, sebagian besar penonton mungkin hanya mengingat keindahan Toba dan aksi para pembalap. Namun, Firman, Mastah, dan tim facility management IAS Support mengingat setiap senyum tamu yang menikmati jalannya pertandingan.




