Jakarta, 1 April 2026 — PT IAS Support Indonesia resmi mengintegrasikan sebanyak 4.441 tenaga alih daya dari PT Angkasa Pura Indonesia sebagai bagian dari penataan portofolio Operation Support dalam ekosistem IAS Group. Langkah ini menjadi bagian penting dalam penguatan organisasi serta upaya meningkatkan kualitas layanan di lingkungan kebandarudaraan nasional.
Integrasi ini menandai transformasi identitas para tenaga alih daya menjadi IAS Support People, sebuah langkah strategis yang mencerminkan penguatan struktur kerja yang lebih terarah, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan. Melalui proses ini, IAS Support menegaskan komitmennya untuk membangun sumber daya manusia yang solid sebagai fondasi utama operasional perusahaan.
Proses transisi telah dipersiapkan secara bertahap sejak Februari 2026 melalui tiga fase utama, yakni perencanaan, konsolidasi, dan implementasi. Dalam tahap tersebut, perusahaan melakukan koordinasi internal, pemetaan kebutuhan operasional, serta penyiapan struktur kerja di seluruh titik layanan agar proses peralihan dapat berjalan lancar, terukur, dan tetap mengutamakan kesinambungan layanan bandara.
Sebagai wujud komitmen transparansi dan komunikasi yang terbuka, IAS Support juga telah melaksanakan sosialisasi kepada tenaga alih daya di 15 cabang pada 8–13 Maret 2026. Kegiatan tersebut melibatkan manajemen pusat hingga area operasional untuk memastikan seluruh pihak memahami arah kebijakan perusahaan, mekanisme transisi, serta penyesuaian yang diperlukan dalam proses integrasi.
Berdasarkan data per 1 April 2026, sebanyak 4.441 tenaga kerja resmi bergabung bersama IAS Support Indonesia. Dari jumlah tersebut, 3.534 merupakan laki-laki atau sekitar 80 persen, sementara 907 merupakan perempuan atau sekitar 20 persen. Dari sisi usia, tenaga kerja yang terintegrasi berada pada rentang 19 hingga 56 tahun, dengan dominasi usia produktif yang menjadi modal penting dalam mendukung kebutuhan operasional perusahaan.
Dengan penambahan tersebut, total sumber daya manusia IAS Support Indonesia kini mencapai 17.703 personel yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Jumlah ini memperkuat posisi IAS Support sebagai bagian penting dalam ekosistem layanan pendukung bandara serta menunjukkan kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan operasional yang semakin dinamis.
Direktur Utama PT IAS Support Indonesia, Muhammad Putra Pariadi, menyampaikan bahwa keberhasilan integrasi ini tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sistem, tetapi juga oleh komitmen bersama seluruh individu yang terlibat.
“Hari ini adalah awal perjalanan baru. IAS Support Indonesia tidak hanya menerima rekan-rekan sebagai tenaga kerja, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar yang akan tumbuh bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Human Capital PT Integrasi Aviasi Solusi, Israwadi, menegaskan bahwa integrasi tenaga alih daya ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam memperkuat ekosistem layanan IAS Group.
“Langkah ini memperkuat ekosistem layanan IAS Group dan menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan industri aviasi yang terus berkembang secara dinamis,” katanya.
IAS Support Indonesia juga memastikan proses transisi berjalan tanpa gangguan operasional atau zero disruption melalui penguatan sistem sumber daya manusia, pelaporan operasional, dan mekanisme pengawasan layanan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga kualitas pelayanan di seluruh titik layanan tetap optimal selama masa peralihan.
Langkah ini diperkuat melalui empat pilar utama, yakni keterlibatan direksi, dukungan stakeholder strategis, penyatuan identitas, serta deklarasi komitmen bersama sebagai IAS Support People. Keempat pilar tersebut menjadi dasar penguatan budaya kerja yang selaras dengan arah strategis perusahaan ke depan.
Sebagai entitas strategis dalam IAS Group, PT IAS Support Indonesia berkomitmen menghadirkan layanan terbaik bagi industri kebandarudaraan nasional dan terus mendorong peningkatan kualitas operasional secara berkelanjutan.







